Assalammualaikum Wr.Wb
Hai semua. Gimana mudiknya ? lancar, macet atau sedang-sedang
saja. Semoga tetap happy ya. Oh ya, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir
dan batin. Semoga di hari raya idul fitri, kembali ke fitrah membuat keberkahan
untuk semuanya. Amin ya robbal alamin.
Seminggu sebelum lebaran sudah banyak yang mudik. Entah pakai
kereta api, kapal laut, pesawat, mobil pribadi, bus, atau sepeda motor. Tujuan yang
paling sering, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang da kota-kota besar.
Semua perantau di ibukota, mengusahakan diri untuk pulang agar bertemu dengan
sanak keluarga. Menjalin silaturahmi.
Nah, berhubungan dengan adanya lebaran, saya ingin membahas
pentingnya silaturahmi bagi Islam.
Apa sih silaturahmi ? Silaturahim berasal dari Bahasa Arab, yaitu
dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah adalah bentuk mashdar dari kata
washola-yashilu yang berarti ‘sampai, menyambung’. ar-Raghib al-Asfahani
berkata, “yaitu menyatunya beberapa hal, sebagian dengan yang lain.”
(al-Mufradat fi Gharibil Qur-an, hal. 525)
Adapun kata
ar-rahim, Ibnu Manzhur rahimahullah berkata, “adalah hubungan kekerabatan, yang
asalnya adalah tempat tumbuhnya janin di dalam perut.” (Lisanul ‘Arab)
Jadi, silaturrahim artinya adalah ‘menyambung
tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab’.
Allah SWT, memerintahkan bahwa kita harus menyambung tali
silaturahmi dan mengharamkan memutuskan tali silaturahmi. Silaturahmi, sangat
penting walaupun hanya mengucapkan salam.
QS. An- nisa ayat 1
Telah diterangkan dengan jelas bahwa Allah memerintahkan kita
semua untuk saling silaturahmi. Kok kita disuruh silaturahmi ? Ya, dari
silaturahmi dapat mendatangkan keberkahan tersendiri.
Yang pertama adalah dapat diluaskan
rezekinya dan dipanjangkan umurnya.
Dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan
dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim.” (HR.
al-Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557)
Yang kedua, penyebab utama masuk surga
dan jauh dari neraka
Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu,
sesungguhnya seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku
amalan yang memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkan aku dari Neraka.” Maka
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan
sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menyambung tali silaturahmi.”
(HR. al-Bukhari no. 1396 dan Muslim no. 13)
Lalu, amalan yang paling
dicintai oleh Allah
Seorang
laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Ya
Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Beriman
kepada Allah.” Dia bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab,
“Kemudian menyambung silaturahmi.” (Shahih at-Targib wa at-Tarhib no. 2522)
Sesibuk apapun diri kita, kita harus bisa menyambung
silaturahmi. Dengan adanya idul Fitri, silaturahmilah kepada keluarga. Bukan pas
idul fitri saja, setiap saat, ada waktu luang, cukup dengan telepon saja sudah
menyambung silaturahmi.
Wassalammualaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar