Tampilkan postingan dengan label Masalah Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Sosial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juli 2014

Pengangguran



Assalammualaikum Wr.Wb

 Kembali lagi dengan saya. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai pengangguran. Teman-teman, pasti  sudah sering dengar mengenai kata pengangguran. Ya, pengangguran adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan (secara umum). Namun, menurut Wikipedia, pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Sekarang, masalah pengangguran, merupakan masalah serius di Indonesia. Karena, semakin banyak masalah pengangguran, dapat menggambarkan bagaimana kesejahteraan rakyat Indonesia itu sendiri.

Kok bisa terjadi  pengangguran ? Ya bisalah, hal ini dikarenakan jumlah tenaga kerja yang ada tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan yang disediakan. Selain itu, terkadang orang pengangguran adalah tenanga kerja yang tidak memiliki keterampilan atau keahlian khusus.  Oh ya, tidak banyak juga, seseorang yang mengenyam pendidikan S1, malah ikut menjadi pengangguran. Menurut saya, S1 di zaman masa sekarang, dapat disejajarkan dengan anak lulusan SMA. Mungkin, yang dibutuhkan zaman sekarang adalah pendidikan dan keahlian. Pendidikan dan keahlian adalah 2 unsur yang sangat diperlukan oleh tenaga kerja. 

Apa aja akibat dari pengangguran ? Banyak sekali, diantaranya adalah menambah beban yang ditanggung daerah. Karena, pengangguran dapat menurunkan produktivitas dan pendapatan seseorang sehingga dapat menimbulkan masalah sosial lainnya, ya seperti kemiskinan. Selain itu, pengangguran dapat menimbulkan tindakan kriminal misalnya aja perampokan. Semuanya didasari oleh tuntunan ekonomi yang semakin hari semakin melambung tinggi.

Gimana sih upaya pengurangan pengangguran ? Ya, salah satunya dapat berwiraswasta. Orang yang menjadi wirausaha, pasti membutuhkan karyawan. Nah, dari situlah, tingkatan pengangguran dapat dikurangi. Lalu, yang kedua adalah pemerintah setempat dapat merekrut pengangguran setempat untuk berkeja di suatu industri dan diberikan pelatihan. Sebenarnya, banyak cara, yang terpenting adalah kemauan keras dan pasti ada jalannya. Sekian.

Wassalammualaikum Wr.Wb.

MEMBANGUN HARMONI MENUJU SUKSES KARIER DAN KELUARGA



Di tengah kehidupan yang begitu pesat dan cepat, mungkin masih banyak orang yang terperangkap dalam sejumlah masalahnya masing-masing. Ada yang terjebak dalam masalah karier ada pula yang masih berkutat dengan dengan urusan keluarga, bahkan malah tak jarang terjebak di kedua urusan ini. Mungkin dari tulisan yang singkat ini, bukan hendak menjadi sok jagoan atau bagaimana melainkan memberikan tips dan membangun kesadaran bersama bahwa siapapun kita, kita harus bertanggungjawab atas apa yang telah diamanahkan kepada kita.

                Mungkin bagi yang saat ini sudah bekerja malah ada yang sudah menikah, tentu saja 2 hal ini adalah hal yang harus diyakini dengan kuat sebagai amanah yang besar. Bekerja bukan semata-mata untuk mencari kekayaan, melainkan menunjukkan eksistensi diri kepada dunia luar bahwa kita mampu. Sedangkan keluarga adalah amanah yang besar. Disadari atau tidak, ketika seseorang memutuskan untuk menikah, artinya ia juga telah juga memutuskan untuk menerima amanah yang besar. Pada saat itu juga, kita secara tegas mendeklarasikan diri menjadi seorang pemikul amanah akibat ikatan yang terjalim setelah menikah yaitu keluarga.
 
Ada beberapa hal yang membuat dilemma antara keluarga atau karier
Yang pertama adalah tuntutan ekonomi. Kebutuhan ekonomi dari jaman ke jaman semakin meningkat. Mungkin, dengan alasan tuntutan ekonomi, banyak orang tua yang mengorbankan waktunya untuk keluarga. Yang hanya pikirkan adalah uang, uang, uang. Karena dari uanglah, tingkatan seseorang di mata masyarakat akan naik dengan adanya kekayaan. Tapi, hal ini sangat salah. Karena uang tak dapat membeli semua kebahagiaan dan kasih sayang yang ada dalam keluarga tersebut. Yang dibutuhkan oleh seorang anak bukan hanya kebutuhan materi, melainkan kebutuhan psikologi juga yang harus dipenuhi. Harta atau materi apapun tak dapat membeli kebahagiaan dan kasih saying yang dibangun dalam keluarga tersebut.

Yang kedua adalah  adanya konsep yang salah antara keluarga dan karier. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa kebahagiaan keluarga akan muncul ketika semua kebutuhan dan keinginan keluarga dapat terwujud. Tapi, presepsi ini sangat salah besar. Kebahagiaan itu muncul karena adanya rasa kasih sayang dan cinta bukan karena adanya harta. Tetapi, kita dapat memungkiri bahwa harta dapat membuat keluarga itu bahagia. Tetapi kita jangan menempatkan harta sebagai patokan utama. Harta dapat dicari kalau kasih sayang dan kedamaian ? Tak ada yang menyediakan kecuali dari keluarga itu sendiri. Tak jarang juga, banyak orang tua yang memaksakan kemampuan yang ada, misalnya bekerja sampai larut malam. Bahkan yang sangat ironis, ada orang tua berani melakukan korupsi dengan alasan keluarga. Sungguh sangat disayangkan. Presepsi ini harus diluruskan, bahwa keluarga dengan kemampuan yang ada dapat membuat suasana mendukung.

Yang ketiga adalah masalah prioritas. Ketika sang suami dan sang istri sibuk dengan urusan kantornya masing-masing, maka komunikasi pun akan terhambat. Waktu dengan keluarga akan juga hilang. Sampai rumah, hanya untuk istirahat tanpa bercengkrama dengan keluarga.  Masalah anak ? Biasanya akan dititipi ke pembantu rumah. Ketika prioritas ke urusan pribadi, maka akan menimbulkan konflik yang sangat kompleks. Yang dirugikan tidak hanya suami ataupun istri melainkan anak. Tidak adanya kesepakatan mengenai pembagian prioritas terutama pengasuhan anak akan menimbulkan rasa tidak dihargai di lain pihak. Dan dampaknya, bisa jadi suasana yang terbangun  akan hilang ataupun dapat menimbulkan perceraian.

Bagaimana membangun Harmoni antara keluarga dan karier ? banyak orang berpikir untuk sukses dalam berkarier harus mengorbankan segala-galanya misalnya keluarga. Pada akhirnya orang itu ketika mencapai kesuksesan, maka ia tak mendapatkan makna apa-apa.  Kesuksesan yang tak seimbang akan melahirkan disharmoni. Sukses yang awalnya yang ia anggap sebagai impian hanya akan menjadi fatamorgana. Jadilah, seseorang yang haus di tengah-tengah pada pasir yang begitu terik nan panas.

Keluarga laksana pelabuhan kapal-kapal di lautan kehidupan. Ia bukan hanya sebagai tempat untuk mengistrirahatkan mesin-mesinnya tetapi memberikan kebahagiaan dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Sukses yang seimbang antara keluarga dan karier adalah kesuksesan yang sangat didambakan oleh siapapun. Kebutuhan keluarga terjamin dan kasih sayang selalu tercurah membuat keluarga ini begitu lengkap. Pada dasarnya, mewujudkannya sangat gampang, kita harus bisa membagi waktu antara keluarga dan karier. Jangan memprioritaskan satu hal tetapi harus tetap dua-duanya. Darisinilah akan terwujud keluarga sukses dunia dan akhirat :) 

Artikel saya di http://pikr11bekasi.blogspot.com/


















Senin, 21 Juli 2014

PILPRES

Hai, kali ini saya ingin membahas topik terhangat. Ya, apalagi kalau bukan masalah pilpres. Hehe, iya nih, dari anak sd sampai aki-aki sama ninik-ninik membicarakan ini semua. Alasan mereka memilih beranekaragam, ada yang milih gantengnya, gagahnya, merakyat atau pernah menjalankan pemerintahannya. Calon urut pertama, Prabowo-Hatta dan urut nomor 2 Jokowi-JK. Saya punya sample, apa aja sih yang dilihat dari kedua calon ? Capcus aja yuk
PRABOWO : tegas, gagah dan berani
JOKOWI : sederhana, merakyat, santai.

Mungkin dari awal KPU menentukan siapa aja capres-cawapres yang akan maju, langsung menentukan pemilihannya. Tapi, masih banyak ada yang bingung. Pilih Prabowo atau Jokowi. Oleh, karena itu, KPU dan pihak media massa, memberikan suatu kegiatan misalnya debat, dengan tujuan agar yang belum menentukan dapat memilih. Dan Alhamdulillah, perjalanan pilpres dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dan kemarin tanggal 22 Juli 2014, sudah diumumkan bahwa pemenangnya adalah pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK. Selamat. Semoga Indonesia bisa menjadi bangsa yang menghargai bangsanya sendiri, ekonomi maju, rakyat sejahtera. Amin.

Selasa, 18 Maret 2014

PEMILU

Kini sudah zamannya pemilu. Wahh, identik dengan spanduk-spanduk yang berdiri dimana-mana. Sang calegpun tebar pesona bak sang artis menyapa penggemarnya. Dengan berbagai jurus yang ia punya, ia kerahkan untuk duduk di kursi pesohor. Dari janji A- janji Z pun ia lontarkan dengan tujuan agar membius para calon pemilihnya. Itu sudah fenomena yang lumrah.

Kita sebagai calon pemilih yang baik dan budiman, kita harus tau mana caleg yang hanya bermodal janji yang mana caleg memang benar bekerja untuk rakyat. Hmm, gimana sih pilih caleg yang benar bekerja untuk rakyat ?? Sebenarnya susah sihh, yang menang kebanyakan calon bermodal janji. Hehe, tapi nggak semuanya bermodal janji. Ada yang bener-bener kerja untuk rakyat. Ada beberapa tips nihh untuk para calon pemilih yang baru-baru alias yang baru ngerayain sweet seventeen. 

1. Perhatikan Visi dan Misi yang para caleg punya.
2. Coba perhatikan gimana ia kampanye ? Baikkah atau hanya umbar janji
3. Jangan mau disogok.

Kita sebagai negara pemilu harus menjunjung azas LUBER dan JURDIL. Sudah pada taukan??? Pasti sudah pada tau dong. Langsung Umum Bebas dan Rahasia. Jujur dan Adil. Inilah yang menjadi dasar kita sebagai warga negara yang menjalankan hak kita. Hehe, kalau kita melupakan azas ini bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Hehe...

Yang terakhir nihh. Siapapun yang menang dalam pemilu 2014, dia dapat mengerahkan otak dan tenaganya untuk Indonesia. Indonesia itu cerdas dan pintar. Mau bukti ?? Yang menang Olimpiade fisika, kimia di dunia siapa ?? Indonesia. Dari hal ini membuktikan bahwa Indonesia itu nggak kalah cerdas dengan negara lain. Hanya 1 yang harus dirubah. Hayoo, apa ?? Iya, attitude atau tata kramanya. Nilai-nilai Pancasila sudah luntur terutama dikalangan remaja, sekarang anak remaja banyak yang bergaya ala barat dan ada juga yang sok eksis. Hehe, kita harus menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila. Dan saya berharap sang calon pemimpin rakyat terpilih bisa berhasil dapat mengembalikan jati diri Indonesia :)





Recent Posts

Introduction