TAJAMNYA SILATAN LISAN
ILUSTRASi
:
Di
kisahkan di suatu daerah terdapat 1 keluarga yang memiliki 1 anak saja. Ia
bernama Ala. Kedua orang tuanya berkehidupan berlebihan sehingga apa yang
diinginkannya selalu terpenuhi. Sayangnya ayahnya tak sebaik seperti ayah
lainnya. Shalat jarang, terutama shubuh. Yang rajin shalat shubuh pada saat
hari kerja saja. Dan memiliki sifat yang buruk. Semua teman-temannya tidak
mengetahui sifat buruk bapaknya. Ia selalu menutupi aib bapaknya di depan
teman-temannya. Suatu ketika, ayah Ala memerintahkan untuk mengambil pisau,
karena Ala tidak tau dimana letak pisau itu,ia dimarahi seperti ini : “Goblok
kamu, kamu di sekolahkan nggak pinter-pinter, goblok-goblok” sontak Ala pun
menahan air matanya untuk tidak menangis dan selalu bilang aku pasti kuat. Ala
pun berdoa semoga lisan ayahnya kepada dirinya tak seperti itu lagi.
Itu
ada sedikit cerita. Apa sih lisan ? lisan adalah pembicaraan atau perkataan
seseorang. Terkadang kita tidak dapat mengendalikan lisan kita. Mau bukti ?
iya, ngomong asal ceplos itu adalah salah satu buktinya. Langsung keluar saja
tanpa bisa di rem. Seseorang yang dapat menjaga lisannya dapat diterima dengan
baik di lingkungannya dan sebaliknya tidak bisa menjaga lisan, akan dikucilkan
di lingkungannya. Hmm, nauzubillah minzalik.
Bahaya
yang ditimbulkan apabila lisan yang tidak dapat dijaga dapat menyakiti perasaan
orang lain. Hmm, biasanya terjadi tidak disengaja. Lisan juga dapat menimbulkan
kesalahpahaman. Terkadang penyampaian yang menurut kita sudah benar tetapi
orang yang menerima menjadi salah pengertian.
Hendaknya
seorang muslim dapat menjaga lisannya dengan baik. Bagaimanapun, lisan aalah
hal yang sangat berbahaya. Sehingga silatannya dapat menimbulkan luka yang
mendalam. Kita harus ingat, bahwa kita selalu diawasi oleh Malaikat Rakib dan
Atid. Teruslah berkata yang memberikan manfaat kepada orang lain dan hindari
berbicara yang tidak penting atau ghibah. Saya mempunyai 1 buah pepatah buat
para readers : Hidup ini nan terasa indah ketika sang muslimah selalu menjaga
lisannya dari kemaksiatan.
Hadist keharusan menjaga lisan :
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia
berkata yang baik atau – kalau tidak dapat berkata yang baik, hendaklah ia
berdiam diri saja.” (Muttafaq ‘alaih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar